Profile Sekolah

Tahun lalu SDN Gentan 02 mendapatkan kejuraan sepak bola yang di selenggarakan oleh kecamatan Bendosari. Kejuaraan itu di ikuti oleh anak- anak dengan penuh semangat dan di dukung oleh guru dan wali murid secara aktif. Allahamdulillah SDN Gentan 02 mendapatkan Juara 2 dalam kejuaraan tersebut, dimana turnamen tersebut di ikuti 43 SD/ MI yang tersebar di seluruh kecamatan Bendosari.

Sholat Berjamaah

Di SDN Gentan 02 mungkin lain dari pada SD Negeri di wilayah Bendosari khusunya dan Sukoharjo umumnya. SDN Gentan 02 selain mempunya program tentang budhi pekrti dan pengetahuan juga tidak lupa dari segi keagamaam.

Pembelajaran Berbasis Tehnologi dan Informasi

Perkembangan tekhnologi di dunia ini semakin cepat. Seorang pendidikan di wajibkan mengikutu perkembangan tekhnologi pendidikan khusus nya dalam pengajaran.Manfaat menggunakan tehnologi pendidikan sangat banyak sekali

Pembelajaran Pendekatan Saintifik

Untuk meningkatkan prestasi siswa siswi banyak sekali pendekatan dan metode pembelajaran yang di gunakan. Salah satu pendekatan yang kami gunakan yaitu pendekatan Saintifik. Pembelajaran pendekatan Saintifik yaitu kegiatan yang dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Prestasi SDN Gentan 02 Bidang Olah Raga

Tahun lalu SDN Gentan 02 mendapatkan kejuraan sepak bola yang di selenggarakan oleh kecamatan Bendosari. Kejuaraan itu di ikuti oleh anak- anak dengan penuh semangat dan di dukung oleh guru dan wali murid secara aktif. Allahamdulillah SDN Gentan 02 mendapatkan Juara 2 dalam kejuaraan tersebut, dimana turnamen tersebut di ikuti 43 SD/ MI yang tersebar di seluruh kecamatan Bendosari.

Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembelajaran Matematika. Tampilkan semua postingan

20 Nov 2013

Proses Pembelajaran Matematika

Pada dasarnya tujuan belajar matematika yang sesuai dengan hakikat matematika merupakan sasaran utama. Sedangkan peranan teori-teori belajar merupakan sasaran utama. Sedangkan peranan teori-teori belajar merupakan strategi terhadap pemahaman matematika. Dengan demikian diharapkan bahwa matematika dapat dipahami secara wajar sesuai dengan kemampuan anak. Jadi perlu kita sadari bahwa tujuan akhir dari belajar matematika adalah pemahaman terhadap konsep-konsep matematika yang relatif abstrak. Sedangkan strategi teori-teori belajar tentang pengalaman lingkungan dan manipulasi benda konkret hanyalah sekedar jembatan dalam memahami konsep-konsep matematika tersebut yang pada akhirnya tetap siswa yang harus belajar sesuai dengan hakikat matematika.


Dalam hal membicarakan belajar matematika tidak bisa lepas dari membicarakan mengajar matematika. Bill Smith (2008) dalam Transforming Elementary Mathematics. Smith offers ideas on how teachers transform elementary mathematics to ensure success for all students. Teachers of elementary mathematics must recognize that what they teach is more than simple arithmetic and is the beginning of a student's journey into mathematics. Teachers must keenly be aware that the way in which they teach can make a difference not only in what students learn but more importantly in the attitudes they develop about mathematics. Building strong foundations for more advanced mathematics is the responsibility of elementary teachers. This can only be accomplished when students develop a solid ownership of the number system, with a sense of application to solve problems and explore the richness of the entire spectrum of mathematics. Moreover, teachers must organize instruction and content in ways that engage all students by teaching to their students' strengths and building their confidence in doing mathematics. Smith menawarkan ide-ide tentang bagaimana mengubah guru matematika SD untuk memastikan keberhasilan untuk semua siswa. Guru matematika SD harus menyadari bahwa apa yang mereka ajarkan lebih dari aritmatika sederhana dan adalah awal dari perjalanan seorang mahasiswa ke dalam matematika. Guru harus sadar bahwa cara di mana mereka mengajar dapat membuat perbedaan tidak hanya pada apa yang siswa belajar tetapi yang lebih penting dalam sikap mereka mengembangkan tentang matematika. Membangun fondasi yang kuat untuk matematika lebih lanjut adalah tanggung jawab guru SD. Ini hanya bisa dicapai ketika siswa mengembangkan kepemilikan yang solid dari sistem angka, dengan rasa aplikasi untuk memecahkan masalah dan mengeksplorasi kekayaan seluruh spektrum matematika. Selain itu, guru harus mengatur instruksi dan konten dalam cara yang melibatkan seluruh siswa dengan mengajar untuk kekuatan siswa dan membangun rasa percaya diri mereka dalam melakukan matematika.


Dalam hal mengajar matematika guru harus menguasai materi matematika yang akan diajarkannya. Namun, penguasaan terhadap bahan saja tidaklah cukup. Peserta didik harus berpartisipasi secara aktif dengan kemampuan yang relatif berbeda-beda. Guru matematika hendaknya berpedoman kepada bagaimana mengajarkan matematika itu sesuai dengan kemampuan berpikir siswanya. Belajar dan mengajar dapat dipandang sebagai sesuatu proses komprehensif, yang harus diarahkan untuk kepentingan peserta didik.

Pengertian Matematika

Istilah matematika menurut Andi Hakim Nasution dalam Karso (2009: 1.39) berasal dari bahasa Yunani “mathein” atau manthenein” artinya “mempelajari”, namun diduga kata itu ada hubungannya dengan kata sansekerta “medha” atau “widya” yang artinya “kepandaian”, “ketahuan” atau “intelegensi”. Ruseffendi dalam Karso (2009: 1.39) menyatakan bahwa matematika itu terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil, dimana dalil-dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.


Selanjutnya dalam Karso (2009: 1.39) diungkapkan beberapa pendapat tentang matematika seperti menurut Johnson dan Rising (2009: 1.39) menyatakan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan pembuktian yang logis; matematika adalah bahasa, bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa symbol mengenai arti daripada bunyi; matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasi, sifat-sifat atau teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya; matematika adalah ilmu tentang pola keteraturan pola atau ide; dan matematika itu adalah suatu seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya. Menurut Reys dalam Karso (2009: 1.39)  mengatakan bahwa matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat. Sedangkan menurut Kline dalam Karso (2009: 1.39)   bahwa matematika itu bukan pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi keberadaannya untuk membantu orang memahami, menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.


Taylor dan Francis Group (2008) dalam International Journal of Education in Science and Technology. Mathematics is pervading every study and technique in our modern world, bringing ever more sharply into focus the responsibilities laid upon those whose task it is to teach it. Most prominent among these is the difficulty of presenting an interdisciplinary approach so that one professional group may benefit from the experience of others. Matematika adalah meresapi setiap studi dan teknik dalam dunia modern kita, membawa semakin tajam ke dalam focus tanggung jawab yang membebankan pada orang-orang yang bertugas itu adalah untuk mengajarkannya. Paling menonjol di antaranya adalah sulitnya menyajikan pendekatan indisipliner sehingga satu kelompok professional dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain.


Berdasarkan pendapat para ahli matematika di atas dapat dikatakan bahwa matematika merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelaahan bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan di antara hal-hal itu. Untuk dapat memahami struktur serta hubungan-hubungannya diperlukan penguasaan tentang konsep-konsep yang terdapat dalam matematika. Hal ini berarti belajar matematika adalah belajar tentang konsep dan struktur yang terdapat dalam bahan-bahan yang sedang dipelajari serta mencari hubungan di antara konsep dan struktur tersebut.


Pada pembelajaran matematika, guru seyogianya mengetahui hal ini sehingga dapat menyiapkan kondisi bagi siswanya agar mampu menguasai konsep-konsep yang akan dipelajari mulai dari yang sederhana sampai yang lebih kompleks.